Archive for the ‘Tradisi orang hindu di bali’ Category
Tradisi Masyarakat Hindu bali pada saat hari raya umanis kuningan.
Setiap umanis hari raya kuningan, banyak umat hindu melakukan persembahyangan ke pura tirta empul yg terletak di tampak siring gianyar - bali.
Tempat tersebut di yakini bisa menghilangkan kotoran yg ada di jiwa badan kita.
Karena di sana ada beberapa mata air yg keluar dari dalam tanah dengan 7 rupa yg sering di sebut air suci .
Dan air suci tersebut banyak di kunjungi oleh tourist dari mancanegara.
Kepercayaan umat hindu dengan air suci tersebut ,dapat menguntungkan semua kalangan masyarakat di sekitar , karena banyak pengunjung lokal yg datang untuk
membersihkan diri.
Hari raya kuningan di rayakan oleh umat hundu bali seluruh indonesia .
Dan makna hari raya kuningan adalah terima kasih kita pada tuhan , karena kita sudah di kasih berkah di dalam hidup ini.
Tempat Air Suci yg berjumlah 7 pancoran di tampak Siring Bali yg di namai pura tirta empul.
Tirta Empul
Pernikahan Adat Bali dg Konsep International.
Tempat mengambil makanan berupa masakan bali prasmanan.
Tempat penyambutan tamu dan di berikan makanan kecil berupa snack & sofdrink
Dua keponakan yg cantik cantik.
Gang kecil yg di hias dg stage bunga di padukan dg cahaya lilin dari minyak kelapa.
Semenjak saya balik dari malaysia dg urusan kerjaan saya ngak dapet istirahat ,karena tugas sudah menunggu selama seminggu yaitu membantu saudara bikin pesta pernikahan ala Bali international.
Dan kebetulan pesta di adakan di rumah saya yg baru saya bikin kemarin dan tempatnya masuk gang kecil ,namun saya siasati dg hiasan katagori alam.
Ini ada beberapa gambar yg sempat saya ambil dari hasil jerih payah yg saya lakukan yaitu dekorasi pesta perkawinan.
Saya tidak menjabarkan prosesi dari awal dan sampai akhir pernikahan adat bali.
Karena saya terlalu capek untuk menulis dan ini juga saya bikin sambil balas email yg masuk sebanyak 50 email.
Tapi saya bangga karena pesta saudara saya sukses dan akhirnya selesai dan saya pun akan tidur 2 hari untuk mengembalikan tenaga yg sudah terkuras semasa ada pesta.
Makna hari raya Nyepi
Bagian dari Hari raya nyepi
Penyucian bhuwana agung dan bhuwana alit (makro dan mikrokosmos) untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa), terbinanya kehidupan yang berlandaskan satyam (kebenaran), siwam (kesucian), dan sundaram (keharmonisan/ keindahan).
Urutan sebelum hari raya nyepi
Melasti ( K e laut)
Melasti disebut juga melis atau mekiyis bertujuan untuk melebur segala macam kekotoran pikiran, perkataan dan perbuatan, serta memperoleh air suci (angemet tirta amerta) untuk kehidupan yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laut, danau, dan pada sumber/ mata air yang disucikan. Bagi pura yang memiliki pratima atau pralingga seyogyanya mengusungnya ke tempat patirtan tersebut di atas. Pelaksanaan secara ini dapat dilakukan beberapa hari sebelum tawur.
Tawur ( Mecaru)
- Upacara tawur bertujuan untuk menyucikan dan mengembalikan keseimbangan bhuwana agung dan bhuwana alit baik sekala maupun niskala. Upacara ini dilakukan pada sandikala (pagi, tengah hari, sore). Tilem Caitra, sehari sebelum hari raya Nyepi.
Catatan :
Ketentuan upakara atau sesajen melasti dan tawur di atas melengkapi ketetapan- ketetapan pelaksanaan Nyepi terdahulu, yang disesuaikan dengan desa, kala, patra, (daerah/ tempat, waktu, dan keadaan). - Hari raya Nyepi.
Sesuai dengan hakekat hari raya Nyepi maka umat Hindu wajib melaksanakan catur brata nyepi. - Ngembak Geni.
Hari Ngembak Geni jatuh sehari setelah Hari Raya Nyepi sebagai hari berakhirnya brata Nyepi.
Hari ini dapat dipergunakan melaksanakan dharma santi baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Tidak melakukan kegiatan seperti :
Sesuai dengan hakekat hari raya Nyepi tersebut di atas, maka umat Hindu wajib melakukan tapa, yoga, dan semadi. Brata tersebut didukung dengan catur brata Nyepi, sebagai berikut :
- Amati Geni, tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.
- Amati karya, yaitu tidak melakukan kegiatan kerja jasmani melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani.
- Amati lelungaan, yaitu tidak bepergian melainkan melakukan mawas diri.
- Amati lelanguan, yaitu tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sanghyang Widhi.
Brata ini mulai dilakukan pada saat matahari “Prabrata” fajar menyingsing sampai fajar menyingsing kembali keesokan harinya (24 jam).
Nyepi Day Di bali…
Pajegan Bali ( Gebogan Bali )
Pura taman ayun
Ogoh - Ogoh untuk pengerupukan sehari sebelum nyepi
Akhirnya saya dapat libur dan istirahat sekaligus merayakan hari raya nyepi Caka 1930 yg jatuh pada hari Jumat ( friday ) maret 208.
Sekian lama saya ngak dapet libur alias of..karena selalu dapet tugas dari pekerjaan untuk mengantar Client yg holiday ke bali.
Namun Sebelum hari raya nyepi ,ada namanya hari pengerupukan dan melasti ke pantai seperti yg sudah ada di berita koran maupun tv.
Tgl 6 maret tepatnya sore hari ,, Rt Rw saya ( Desa saya ) yg di denpasar mengadakan Lomba ogoh yg berbentuk wujud dg simbul Buta kala yg akan di arak keliling desa untuk menetralisir roh roh jahat yg ada di ;ingkungan sekitar kita.
Yg dg kata lain menyeimbangkan kebaikan dan keburukan di muka bumi ini.
Dg semarak dan antusiasnya masayrakat Hindu bali membuat perayaan Nyepi sangat Hikmat dan terasa Magiz sampai akhirnya selesai.
Saya dari Bli made ( elvysbalitours mengucapkan ,, selamat hari Raya Nyepi bagi umat Hindu Bali ,,
Nyepi Day, a silence day to mark Balinese New Year
Balinese Hindu uses two-calender system. One is Pawukon system, a 210-day cycle that divided into ten separate week system. The other one is Saka Calendar, a lunar calendar that originally from South India and brought to Indonesia around 465 AD. One Saka year has 12 month and each month ends on a new moon. The Saka Year is 78 years behind the Gregorian calendar. The calendar begins on the first day of the 10th lunar month or ends on the new moon of 9th month. It usually falls on March or April on Gregorian Calendar. To mark the New Saka Year, Balinese celebrates a Nyepi Day.
Umat Hindu Bali merayakan Hari raya Kuningan..
Semua umat Hindu yg beragama Hindu pada tgl .7 juli ,2007 merayakan upacara ,yaitu hari raya ” Kuningan ”
Adapun serangkaian urutan upacara Bagi umat hindu bali ,yg melaksanakan atau menghaturkan sesajen jam 10 pagi harus sudah selesai.
Persiapan yg di lakukan adalah Banten yg sudah di susun dg rapi dan hiasan bagi tempat suci yg ada di dalam tempat suci keluaraga yg bisa di hias oleh ” hiasan janur yg lazim di sebut dg ” Bahasa bali , gantungan,tamiang dan cenige.
Semua persiapan di siapkan sebelum kita melakukan persembahyangan dan semua sesajen berupa canang yg sudah di isi lengkap oleh jajan ,kemudian canang tersebut di persembahkan ke pada tuhan yang maha esa sambil memohon supaya kita bersama di berkati ,damai,sejahtera,dan saling menghormati.

Tentang Bali
Umat hindu bali ,selalu bersyukur ke pada ida sahyang widi wasa atau tuhan yang maha esa. Karena dari beliulah kita, saya sebagai umat hindu di bali ,bisa hidup berdamapingan dan damai sesama agama.
Kewajiban saya ,sebagai pemeluk agama hindu di bali ,selalu saling menghormati dan menerima setiap wisatawan yg berkunjung ke bali.
Karena dari itulah bali selalu identik di sebut dg ,,Bali pulau seribu pura,,
Selamat datang di bali dan saya akan memberi senyuman dan services selama anda berwisata di bali ,sampai anda berkesan dan pingin balik ke Bali lagi… di lain waktu..
Patung , sebagai simbul dewa yg berhubungan dg agama hindu di bali.
Patung ,adalah simbul atau makna bagi agama hindu di bali ,untuk memuja tuhan maka patung juga bisa di keramatkan atau di sucikan sebagai wujud bakti ke hadapan tuhan yg maha esa atau dewa yg di puja.
Sebagai simbul suci patung di bali juga sebagai wujud dari tuhan atau yg lasim di sebut dewa-dewi yg bisa memberi ke damaian atau ke burukan bagi setiap umat yg meyakini.
Kesakralan patung dewa di bali yg terdiri dari dewa yg sungsung atau dewa yg di sucikan seperti : dewa tenaga ( sahyang bayu sakti) ,yg bisa kita minta bantuan bila kita memerlukan tenaga murni atau tenaga tambahan.
Tapi untuk mencapai semua itu tidak semua orang yg bisa melakukanya ,hanya beberapa orang saja ,karena spiritual di bali ,masih ada hubunganya dg agama hindu di bali.
Tgl ,1 mei bersamaan dg Hari Purnama bagi Umat Hindu di Bali.



Sebagian umat hindu di Bali yg jatuh pd tanggal 1 mei 2007 ,bersamaan dg Hari purnama(bulan terang) bagi umat Hindu Bali ,yg datang setiap 15 hari bergantian dg Hari raya Tilem ( bulan gelap),umat hindu melakukan ritual persembahyangan ke pura - pura atau ke merajan-merajan yg bisa di sebut sanggah kemulan atau tempat sembahyang untuk keluarga.
Bagi umat hindu bali sembahyang ke tempat suci /pura adalah kewajiban setiap umat hindu untuk menghaturkan atau mempersembahkan banten yg lazim juga bisa di sebut dg canang sari,yg terbuat dari janur dan di hias oleh bunga yg segar dan wangi untuk mempertajam keyakinan kita di saat kita melakukan persembahyangan.
Bulan purnama juga di sebut dg ,, Full moon,, dan ada di kalender bali ,dan kehidupan kita di mercapada atau di dunia ini ,patut kita laksanakan dg cara bersyukur ke pada tuhan yg maha esa ,karena dari beliulah kita di beri berkah dan keselamatan setiap kita melakukan kegiatan sehari-hari.
Maka dari itu lah umat hindu bali selalu melakukan persembahyangan setiap hari atau hari purnama dan hari tilem.
Penjor sebagai ,,Simbul pd Hari raya Galungan bagi umat hindu

Dalam tradisi orang hindu di bali,selalu menyambut hari raya galungan dengan bambu yg sudah di hias dg janur atau bunga yg di sebut dg penjor
Kemudian penjor tersebut di pasang tepat di pintu masuk rumah atau istilah bali bisa di sebut : Lebuh yg artinya pintu keluar masuk kepekarangan rumah.
Ada pun isi hiasan penjor tersebut ,seperti ,jajan bali,pisang dan padi untuk kita persembahkan sebagai wujud terima kasih kita ke hadapan tuhan yang maha esa.
Karena dari beliaulah kita bisa hidup damai temtram dan bahagia sesama umat beragama.
Sementara di bawah tiang penjor tersebut di tancapkan sebuah sanggah cucuk yg dari bambu dan di hias oleh kain putih kuning sebagai simbul ,kemenangan dharma melawan adharma.
Ketulusan hati kita untuk persembahan tersebut untuk mewujudkan bakti sebagai umat yg telah di berikan berkah oleh beliau sepanjang masa sampai kita mendapat kebahagian lahir dan batin.
Bahasa Bali..
Bahasa Bali adalah sebuah Bahasa Austronesia dari cabang Sundik dan lebih spesifik dari anak cabang Bali-Sasak. Bahasa ini terutama dipertuturkan di pulau Bali, pulau Lombok bagian barat, dan sedikit di ujung timur pulau Jawa. Di Bali sendiri Bahasa Bali memiliki tingkatan penggunaannya, misalnya ada yang disebut Bali Alus, Bali Madya dan Bali Kasar. Yang halus dipergunakan untuk bertutur formal misalnya dalam pertemuan di tingkat desa adat, meminang wanita, atau antara orang berkasta rendah dengan berkasta lebih tinggi. Yang madya dipergunakan di tingkat masyarakat menengah misalnya pejabat dengan bawahannya, sedangkan yang kasar dipergunakan bertutur oleh orang kelas rendah misalnya kaum sudra atau antara bangsawan dengan abdi dalemnya, Di Lombok bahasa Bali terutama dipertuturkan di sekitar kota Mataram, sedangkan di pulau Jawa bahasa Bali terutama dipertuturkan di beberapa desa di kabupatenBanyuwangi Selain itu bahasa Osing, sebuah dialek Jawa khas Banyuwangi, juga menyerap banyak kata-kata Bali. Misalkan sebagai contoh kata osing yang berarti “tidak” diambil dari bahasa Bali tusing. Bahasa Bali dipertuturkan oleh kurang lebih 4 juta jiwa.
